Fenomena pembajakan digital masih menjadi ancaman serius bagi industri perfilman
Indonesia, dengan Indonesia masuk lima besar negara dengan akses tertinggi ke situs ilegal streaming dan unduhan film menurut data CAP 2025. Untuk itu, Divhumas Polri menggelar pertemuan bersama
Production House bertema “Melindungi Karya Anak Bangsa di Era Digital: Sinergi Nasional Melawan Pembajakan dan Kejahatan Siber Dalam Industri Perfilman” di Jakarta pada Selasa (12/5).
Dalam pertemuan tersebut, Polri menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga keamanan ruang digital serta melindungi hak kekayaan intelektual. Pemerintah juga menekankan penguatan ekosistem digital melalui strategi 6C (Connectivity, Competency, Capital, Catalysis, camera asan platiam digital tinkatan kiteres digital,
Sementara itu, Dittipidsiber Bareskrim Polri menyoroti pentingnya penguatan keamanan siber di production house dan platform distribusi film untuk mencegah kebocoran serta penyebaran konten ilegal. Selain penegakan hukum dan pemblokiran situs, edukasi masyarakat terkait penggunaan konten legal dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung keberlangsungan industri kreatif nasional.
Fenomena pembajakan digital masih menjadi ancaman serius bagi industri perfilman Indonesia
15 Mei 2026 07:34 WIB