Pada hari Senin, 20 April 2026, pukul 10.00 Wita, lapangan Desa Karya Bakti, Kecamatan Muara Wahau, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan yang sangat strategis dalam upaya pengelolaan bencana dan pelestarian lingkungan. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Apel Siaga Api dan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun 2026 ini menjadi bukti nyata dari kerjasama yang kuat antara aparat keamanan, instansi pemerintah, serta dunia usaha yang beroperasi di wilayah setempat. Pelaksanaan acara ini bertujuan untuk menciptakan sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi, sehingga seluruh pihak yang terlibat memiliki kemampuan dan langkah yang sama dalam menghadapi risiko kebakaran yang dapat mengancam kelestarian alam, aktivitas ekonomi, serta kenyamanan hidup masyarakat.

Kehadiran dalam kegiatan ini melibatkan berbagai elemen yang memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas. Acara secara resmi dipimpin oleh Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono, S.H., yang bertindak sebagai pembina upacara. Selain itu, turut hadir perwakilan dari sejumlah perusahaan perkebunan dan industri yang ada di wilayah kerja, di antaranya PT. DSN Group yang diwakili oleh Taufiq Arbudi, PT. Sinarmas yang diwakili oleh Bambang Suherman, PT. KED Astra Group, serta PT. SAP Astra Group yang diwakili oleh Slamet. Keikutsertaan mereka menunjukkan kesadaran bahwa upaya pencegahan dan penanganan bencana bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara serius. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai sekitar 80 orang, yang terdiri dari 12 orang personel dari lingkungan Polsek Muara Wahau, serta tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang hadir masing-masing sebanyak kurang lebih 20 orang, yang tersebar di wilayah Kecamatan Muara Wahau, Kecamatan Kombeng, dan Kecamatan Telen.

Dalam prosesi upacara apel yang diselenggarakan, pasukan yang hadir disusun dalam beberapa kelompok berdasarkan fungsi dan keahlian masing-masing. Terdapat Pleton yang beranggotakan personel TNI dan Polri yang memiliki tugas menjaga ketertiban umum dan keamanan lingkungan, Pleton keamanan yang dibentuk dari tenaga pengawas perusahaan yang bertugas mengamankan area operasional dan aset yang dimiliki, Pleton Manggala Agni yang merupakan tenaga ahli yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pemadaman kebakaran dan penanganan bencana alam, serta Pleton medis yang siap memberikan bantuan kesehatan dan pertolongan pertama bagi korban yang membutuhkan. Pelaksanaan acara mengikuti tata urutan yang telah ditetapkan secara resmi, yang dimulai dari tahap persiapan di mana setiap komandan kelompok memastikan bahwa seluruh personel dan peralatan yang dibutuhkan telah siap dan dalam kondisi baik. Setelah itu, prosesi berlanjut dengan masuknya komandan apel ke lapangan, pelaksanaan penghormatan kepada pimpinan upacara, serta penempatan pasukan pada posisi yang telah ditentukan. Rangkaian ini juga mencakup latihan penghormatan sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan keteraturan pasukan. Setelah semua persiapan selesai, pembina upacara memasuki lapangan dan mendapatkan penghormatan yang layak, diikuti dengan penyampaian laporan dari komandan apel kepada pimpinan, penyampaian arahan dan harapan yang berisi pedoman pelaksanaan tugas, serta diakhiri dengan pembacaan do’a sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak.

Setelah rangkaian upacara resmi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi simulasi yang menjadi inti dari seluruh acara tersebut. Kegiatan ini dirancang untuk menguji seberapa baik koordinasi dan kerja sama antar pihak yang terlibat, serta untuk memastikan bahwa setiap prosedur yang telah dipelajari dapat diterapkan dengan benar dalam situasi yang nyata. Dalam simulasi ini, seluruh tahapan penanganan kebakaran diperagakan secara berurutan, mulai dari tahap deteksi dini ketika adanya tanda-tanda kebakaran mulai terlihat, upaya pencegahan agar kebakaran tidak menyebar ke area yang lebih luas, hingga tindakan pemadaman dan penanganan dampak yang mungkin timbul. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk menyamakan pemahaman dan standar penanganan bencana di seluruh wilayah yang tercakup, sehingga ketika peristiwa nyata terjadi, seluruh pihak dapat bertindak secara serempak dan terkoordinasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berlangsung hingga pukul 13.00 Wita dan berjalan dengan tertib, lancar, serta tanpa adanya hambatan yang berarti. Melalui pelaksanaan acara ini, diharapkan bahwa seluruh peserta dan pihak yang terlibat dapat mengaplikasikan apa yang telah dipelajari dan dipraktikkan dalam situasi yang sebenarnya. Kesiapsiagaan yang telah dibangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus dipelihara dan ditingkatkan secara berkelanjutan, sehingga setiap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat segera ditangani dengan baik. Dengan demikian, kerugian yang mungkin timbul dapat diminimalkan, dan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Kutai Timur dapat tetap terjaga dengan baik untuk masa yang akan datang.