Mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia yang lebih kuat!

Tim Itwasda Polda Kaltim melaksanakan supervisi

Program Asta Cita di kawasan Industrial Farming Siluq Ngurai sebagai bentuk komitmen dalam memastikan program berjalan optimal, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bersama, kita wujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan bangsa.

Mendukung ketahanan pangan nasional membutuhkan langkah konkret seperti mengoptimalkan produksi pertanian lokal, memanfaatkan benih tahan iklim, serta melakukan diversifikasi sumber karbohidrat agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada beras.

Berikut adalah pilar utama dalam membangun sistem pangan Indonesia yang lebih kuat dan mandiri:

  • Pemberdayaan Petani & Bantuan Pemerintah: Percepatan distribusi pupuk yang terjangkau dan penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) secara merata untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.
  • Optimalisasi Pangan Lokal: Mengembangkan inovasi dan pengolahan pangan berbasis kearifan lokal seperti singkong, jagung, sagu, dan umbi-umbian.
  • Digitalisasi Pertanian: Penggunaan teknologi cerdas guna memantau cuaca, mengatur pola tanam, dan memperbaiki sistem rantai pasok agar distribusi lebih efisien.
  • Pemanfaatan Pekarangan: Menggalakkan program urban farming (pertanian perkotaan) di lingkungan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan gizi skala mikro.

Ketahanan pangan pokok Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang baik, dengan mayoritas pasokan disumbang dari produksi dalam negeri