Muara Wahau – Komitmen Polsek Muara Wahau dalam program kemitraan pertanian terus berjalan. Hal ini dibuktikan dengan turunnya tim pemantau ke lokasi lahan seluas 5 hektar milik PT. Kresna Duta Agroindo dan PT. Tepian Nadengan pada Selasa (19/5) pagi. Dari total luas lahan tersebut, separuhnya atau 2,5 hektar merupakan lahan kerja sama langsung dengan kepolisian setempat, yang dikembangkan dengan sistem tanam tumpang sari jagung hibrida di bawah tegakan kelapa sawit.
Tim yang terdiri dari Heru Susanto, Febry Mandala Putra, dan Muh Fauji Akbar meninjau langsung kondisi tanaman yang ditanam sejak akhir April lalu. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa tanaman masih berusia muda, sekitar 2 bulan lebih, sehingga diprediksi baru bisa dipanen pada pertengahan bulan Juli 2026. Selain memantau pertumbuhan, petugas juga menyampaikan pesan strategis terkait Asta Cita dan urgensi ketahanan pangan kepada pihak pengelola perusahaan.
Namun, dalam pemantauan tersebut juga ditemukan kendala nyata di lapangan yang menghambat pertumbuhan optimal tanaman. Kondisi tanah yang kurang subur dan minimnya curah hujan menjadi tantangan utama. Lebih jauh lagi, tercatat adanya sebagian tanaman jagung yang gagal tumbuh dengan baik sehingga harus dihentikan perawatannya. Pihak perusahaan dinilai konsisten menjalankan program, namun tantangan alam dan teknis lahan menjadi perhatian utama agar hasil panen nanti dapat dimaksimalkan. Pengamanan di lokasi berjalan aman dan terkendali.