Sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur dibawa ke RS Bhayangkara R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, dan hingga kini masih dalam proses identifikasi. Proses identifikasi masih dilakukan oleh tim gabungan. Sementara itu, Kepolisian pun mengimbau asyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diimbau segera datang ke RS Bhayangkara R. Said Sukanto untuk membantu pencocokan data. “Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat,” ucap ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Insiden terjadi pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.52 WIB, ketika KRL PLB 5568A relasi KPB–CKR bertabrakan dengan KA Argo Bromo relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920, Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa pagi, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan diduga bermula saat sebuah kendaraan melintas di perlintasan rel bersamaan dengan laju kereta, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.