Suasana budaya yang kental terasa di Desa Nehes Liah Bing, Muara Wahau, Rabu pagi tadi. Ribuan orang memadati lokasi untuk menyaksikan Puncak Acara Festival Lom Plai 2026. Acara dibuka dengan penyambutan tamu menggunakan ritual adat oleh Ketua Adat, dilanjutkan dengan prosesi pembersihan kampung atau Embos Min di tepi sungai yang diikuti seluruh undangan.

Berbagai atraksi unggulan ditampilkan mulai dari lomba dayung perahu, tarian di atas rakit, hingga atraksi Saksiang atau perang-perangan menggunakan tombak. Puncak acara ditandai dengan pembacaan filosofi Lom Plai dan penampilan spektakuler Ritual Hudoq serta tarian Tembambataq dan Keleng. Kehadiran pejabat pusat dan daerah menegaskan komitmen bersama dalam melestarikan warisan leluhur Suku Wehea.