MUARA WAHAU, 3 Desember 2025 – Bukan hanya sekadar monitoring, jajaran Polsek Muara Wahau terjun langsung mengawal program swasembada pangan nasional, khususnya budidaya jagung, dari hulu hingga hilir. Terlihat pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 10.00 WITA, Babinkamtibmas bersama Bripda Febry Mandala Putra, Bripda Ananda Dwi Saputra, dan Bripda Muhammad Fahri Riski Nugraha mendampingi petani di Desa Jak Luay yang bermitra dengan PT. Tapian Nadenggan (Sinarmas Grup).
Pendampingan ini bukan sekadar seremonial. Para Babinkamtibmas hadir memberikan motivasi, membantu mencarikan solusi atas kendala yang dihadapi petani, serta memastikan penerapan teknologi pertanian yang tepat. Lahan seluas 1 hektar yang sudah ditanami, dari total potensi 5 hektar, menjadi perhatian utama. Para polisi ini tak segan ikut membersihkan lahan dan memberikan saran terkait pemupukan yang tepat, mengingat hal ini menjadi kendala utama saat ini.
Lebih dari sekadar ketahanan pangan, kehadiran polisi di tengah kebun jagung ini juga untuk menyosialisasikan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, menekankan pentingnya gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Koordinat lahan (0,9689080, 116,9714540) pun tercatat dengan rapi, menunjukkan keseriusan dalam pemetaan potensi pertanian wilayah.
Kemitraan antara petani, Sinarmas Grup, dan Polsek Muara Wahau ini menjadi contoh sinergitas yang apik. Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi fasilitator dan motivator bagi kemajuan pertanian. Diharapkan, panen jagung pada akhir Desember 2025 akan sukses dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan wilayah.
Ke depan, model pendampingan intensif seperti ini akan terus dilakukan oleh Polsek Muara Wahau, tidak hanya untuk tanaman jagung, tapi juga komoditas pertanian lainnya. Tujuannya jelas, mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra pembangunan.
Perbedaan signifikan:
• Fokus pada peran Babinkamtibmas sebagai pendamping dari hulu ke hilir.
• Penekanan pada solusi masalah dan motivasi yang diberikan polisi.
• Penyebutan gotong royong dan partisipasi aktif.
• Polisi sebagai fasilitator dan motivator.
• Pendampingan intensif untuk komoditas lain, bukan hanya jagung.
Semoga versi ini sesuai dengan yang Anda harapkan!
Tinggalkan Balasan