
Rapat ini menjadi langkah krusial dalam memetakan strategi penanganan darurat atas rangkaian bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Sejumlah langkah strategis diputuskan dalam rapat tersebut, mencakup mobilisasi logistik melalui jalur udara dan darat, pendirian posko penyelamatan, dapur lapangan, hingga penguatan layanan medis di wilayah terdampak. Selain itu, sistem rayonisasi kembali diaktifkan untuk memastikan kesiapan personel di seluruh wilayah.
Koordinasi lintas sektor antara Polri, TNI, BPBD, dan Pemerintah Daerah terus diperkuat. Selain mengerahkan personel di lapangan, sejumlah upaya dilakukan, termasuk pelaksanaan airdrop logistik untuk menjangkau daerah yang sulit diakses, pemulihan jaringan komunikasi, perbaikan pasokan listrik, serta penyediaan kebutuhan dasar lainnya. “Prioritas kita adalah memastikan tidak ada warga yang luput dari jangkauan bantuan,” tutur Kapolri.
Tinggalkan Balasan